Langkah awal dalam Protokol Managing Autism Spectrum Disorder.
Dikeluarkan oleh DAN-ARI pada tahun 2003 dan digunakan oleh seluruh Dokter DAN diberbagai belahan dunia. Intrinsic factor adalah langkah-langkah untuk memperbaiki fungsi metabolisme tubuh dan gangguan syaraf yang terjadi. Tindakannya meliputi Biomarker, Biomedical Treatment, Personal Diet dan Medikamentosa.
Penanganan Biomedis yang didasarkan pada paham orthomolekular pada gangguan-gangguan metabolik dan imunologi.
Tujuannya adalah untuk melakukan perbaikan pada fungsi sel secara biologi.
Program yang mengatur pola konsumsi makanan dan minuman, pembatasan jumlah dan dilakukan modifikasi pada bahan dasarnya.
Salah tujuannya adalah untuk mengurangi gejala dan atau tingkah laku.
Berperan pada perbaikan fungsi saraf, metabolisme lemak dan karbohidrat.
Ketiganya tersebut sangat berperan besar dalam proses metabolisme neurotransmiter, otot dan tulang pada Anak Berkebutuhan Khusus.
Klinik Intervensi Biologi Medis
Apt Cibubur Vilage C17/19, Radar Auri
Ph/SMS. 021 700 51556/0811 200 0408
BB 21A1EE84
emailto: admin@kibm.or.id
Defeat Autism Now
Didirikan oleh Autism Reseach Institute, untuk ekpslorasi dan sharing hasil penelitian antara dokter, peneliti dan orangtua.
-
Klinik Intervensi Biologi Medis
Layanan kesehatan dan konsultasi bagi Autism Syndrome Disorder dan atau Anak Berkebutuhan Khusus, mengacu pada Intrinsic Factor, sebuah metode yang digunakan DAN-ARI sejak 2003.
KIBM memberikan layanan informasi tentang cara-cara penanganan sehari-hari anak autisma khususnya dan anak dengan kebutuhan khusus pada umumnya, audiologi, dan program-program intervensi dini.
Selengkapnya...
dr. Rina Adeline, SpMK, MKes
Dokter penanggung jawab di KIBM, lulusan FK Unpad 1995 dan meraih S-2 Mikrobiologi Molekuler·pada tahun 2000·dengan predikat Cum Laude. Menjadi Anggota Dewan Tink Tank· DAN-ARI sejak 2002 bersama 30 dokter lainnya dari berbagai Negara di dunia.
Profil Klinik Intervensi Biologi Medis |
|
Klinik terpadu yang memberikan layanan kesehatan dan konsultasi bagi anak dengan syndrome autism dan atau Anak Berkebutuhan Khusus:
Klinik Intervensi Biologi Medis (KIBM) berdiri tahun 2003, atas prakarsa Bp. Brigjen TNI (Purn) Eman Sachroni Sumantri, MBA dan dr. Rina Adeline, M.Kes., SpMK atas saran Bp. Jenner Yusman salah satu pendiri Yayasan Autisma Indonesia, mengingat penanganan Autisma di Indonesia pada saat itu belum mengacu pada biologi molekular. Pada awalnya KIBM hanya menyediakan pelayanan intervensi Biologi Molekular. Namun dalam perkembangan dan perjalanannya KIBM sering mendapatkan masukan-masukan dan saran dari orangtua untuk menyediakan satu tempat dengan intervensi yang terintegrasi sehingga dapat memudahkan orang tua mengakses informasi, pelayanan kesehatan dan intervensi dini lain yang dibutuhkan bagi anak-anak penyandang autisma. Menghadapi keluhan orang tua tentang sulitnya sekolah, kelanjutan pendidikan dan pembinaan anak-anak penyandang autisma membuat KIBM berusaha mengembangkan diri dari pelayanan Biologi Molekular menuju pelayanan yang lebih terintegrasi dengan mengembangkan program-program intervensi dini dan pendidikan khusus bagi anak-anak penyandang autisma pada khususnya dan anak-anak dengan kebutuhan khusus lain pada umumnya. KIBM kemudian mendirikan Inffusion School yang ditujukan untuk mempersiapkan anak menuju academic school yang mengacu pada tiga tahapan: intrinsic factor, early intervention dan pre academic. Dimana anak akan menjalani serangkaian pendidikan minimal selama 2 tahun sehingga anak siap memasuki sekolah umum. Inffusion School ditujukan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus usia 3 - 6 tahun namun tidak tertutup pada jenjang usia diatasnya, baik yang belum maupun yang sudah di sekolah umum, dimana untuk yang terakhir ini akan menjalani program Fast Track yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, misalnya anak mengalami kesulitan belajar, anak tidak dapat belajar atau anak kesulitan bersosialisasi. Pada tahun 2009, kami menutup Inffusion School akibat sulitnya akses orang tua menuju lokasi sekolah. Penutupan ini bersifat sementara sampai kami mendapatkan lokasi yang lebih strategis yang dapat diakses dengan mudah oleh orang tua, yang dalam rencananya akan dibuka kembali pada tahun 2011 di kota dimana konsultasi dilakukan. Dalam perkembangannya, kami melihat kapasitas KIBM kemudian tidak sanggup untuk lagi menampung seluruh pasiennya yang berjumlah cukup banyak, yang hingga saat ini mencapai 1971 orang, dan tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, Kuala Lumpur dan Penang. Untuk itu, KIBM tengah merencanakan pendirian Pusat Penanganan Autisma Terpadu yang akan menyediakan solusi lengkap terintegrasi bagi anak-anak penyandang autisma dalam bentuk : Klinik Intervensi Biologi Medis beralamat di
|
Autis | Autism | Autisma | Biomedical Treatment | Sitemap