Australia Temukan Cara Baru Berantas DBD |
| Written by Media Indonesia |
|
Para ilmuwan di Australia telah menemukan cara baru untuk menghentikan aksi nyamuk pembawa virus demam berdarah. Diharapkan, metode baru ini akan meningkatkan pencegahan 50 juta kasus DBD di dunia setiap tahunnya.
Melalui sebuah percobaan inovatif di Queensland yang dikabarkan Xinhua pekan lalu, ditemukan bahwa menemukan bakteri wMel Wolbachia secara dramatis dapat mengurangi keberadaan nyamuk demam berdarah. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Scott O'Neill, dekan Melbourne Monash University, ini juga telah diterbitkan dalam jurnal bergengsi, Nature.
Peneliti Australia mengadakan program yang bertujuan memberantas dan melindungi diri dari DBD dan menghentikan penularannya kepada manusia. "Percobaan kami telah menunjukkan bahwa Wolbachia, ketika dimasukkan ke nyamuk, benar-benar mengurangi kemampuan virus (demam berdarah) tumbuh dalam nyamuk. Jika tidak dapat tumbuh, virus itu tentu tidak bisa ditularkan," kata O'Neill. Ia mengatakan meski baru uji coba sederhana, ini merupakan langkah menuju target tersebut.
Demam berdarah dengue telah menjadi endemik di daerah tropis. Penyakit ini menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti yang menggigit manusia. Meskipun telah jutaan orang yang terinfeksi DBD setiap tahunnya, saat ini belum ada cara efektif untuk menghentikan penyebaran yang cepat, baik dengan vaksin atau mengontrol populasi nyamuk.
Percobaan lebih lanjut akan dilakukan di Cairns, utara Queensland, selama musim hujan. Dan, uji coba lanjut pun tengah diusahakan digelar di Thailand, Vietnam, Brasil, dan Indonesia. Ini akan menentukan efektivitas metode tersebut dalam mengurangi penyakit DBD dalam populasi manusia, menurut Monash University. |
Autis | Autism | Autisma | Biomedical Treatment | Sitemap