Sunday, May 20, 2012

Penyebab dan Cara Tangani Disfungsi Ereksi

Share |
Written by Ikarowina Tarigan   

DISFUNGSI ereksi atau impotensi merupakan gangguan di mana laki-laki tidak bisa ereksi atau tidak bisa mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan seks. Gangguan ini bisa terjadi pada semua usia. Tapi, lebih umum dijumpai pada laki-laki usia tua, yang juga menderita gangguan kesehatan lainnya.

Penyebab
Gangguan ereksi bisa disebabkan oleh masalah fisik, seperti cidera saraf atau berkurangnya suplai darah ke penis.

Selain itu, disfungsi ereksi juga berkaitan dengan gangguan kesehatan lainnya. Gangguan ini termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis). Gangguan ereksi juga dikaitkan dengan masalah sistem saraf, seperti multiple sclerosis dan penyakit parkinson.

Di samping itu, obat-obatan yang Anda gunkan untuk menangani penyakit lain juga bisa menjadi pemicu. Jadi, jika Anda sedang menggunakan obat baru dan mulai mengalami masalah ereksi, kemungkinan ini efek dari obat tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa membantu Anda mengubah dosis atau tipe obat.

Penyebab lain adalah terlalu banyak alkohol, kebiasaan merokok, penggunaan obat-obat terlarang, kecemasan, stres, depresi, operasi kanker prostat atau cidera di area panggul.

Gejala
Gangguan ereksi hanya ditandai oleh satu gejala yaitu tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan intim. Meskipun dengan gangguan ereksi, Anda masih memiliki gairah seksual dan bisa mencapai orgasme dan melakukan ejakulasi.

Penanganan
Ada sejumlah pengobatan untuk mengatasi gangguan ini. Dokter biasanya memulai dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Mereka umumnya tidak menganjurkan operasi jika penanganan pertama menunjukkan hasil.

Penanganan tersebut meliputi:
Perubahan gaya hidup, seperti menghindari tembakau, obat-obatan, dan alkohol. Selain itu, ada baiknya mulai membicarakan gangguan Anda dengan pasangan, melakukan olahraga sensual, serta mengikuti konseling.

Temukan dan hentikan penggunaan obat-obatan yang kemungkinan memicu gangguan ereksi yang Anda alami. Pada beberapa kasus, Anda bisa menggunakan obat lain yang tidak menyebabkan disfungsi ereksi.

Menggunakan obat-obatan yang diresepkan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Obat ini termasuk pil seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenafil (Levitra). Pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Obat-obat ini bisa berbahya jika Anda mempunyai penyakit jantung dan sedang menggunakan obat yang mengandung nitrat.

Menggunakan obat-obatan sekaligus mengikuti konseling untuk mengatasi depresi dan kecemasan.

Menggunakan perlengkapkan vacuumatau menyuntikkan obat ke penis. Tapi, pastikan hanya atas anjuran dokter.

Operasi menempatkan implan ke dalam penis.

Karena disfungsi ereksi umumnya disebabkan oleh masalah fisik, ada baiknya mengonsumsi diet sehat dan cukup olahraga. Selain itu, cobalah berhenti merokok, hindari terlalu banyak alkohol dan obat-obatan terlarang.

 

 

Autis | Autism | Autisma | Biomedical Treatment | Sitemap