Diet and Nutrition |
| Written by Klinik Intervensi Biologi Medik |
|
Di dalam saluran pencernaan tubuh yang sehat, makanan dipecah menjadi komponen - kompenen yang lebih sederhana sehingga dapat diserap usus halus untuk kemudian dipergunakan oleh tubuh. Proses pemecahan menjadi bentuk sederhana ini dilakukan oleh ENZYM yang ada disaluran pencernaan. Sebagai contoh bahan makanan protein ( yang terbentuk dari rangkaian beberapa asam amino ) dalam saluran pencernaan dipecah menjadi asam amino tunggal, dan bentuk paling sederhana ialah yang diserap oleh tubuh. Pada dasarnya kebanyakan anak penyandang autis mempunyai masalah dalam proses mencerna/memecah protein gluten dan casein. Sehingga mengakibatkan struktur protein gluten dan casein dalam saluran cerna anak autis tidak terpecah sempurna menjadi asam amino tunggal melainkan masih dalam bentuk peptida (rangkaian beberapa asam amino ) Serpihan yang tidak tercerna dengan sempurna , yaitu peptida seharusnya dibuang melalui urine. Namun pada anak penyandang autis sebagian besar peptida ini diserap kembali melalui usus, masuk aliran darah, menembus dinding pemisah otak dan masuk kejaringan otak. Di otak, peptida ini dinamakan zat "reseptor opioid". Peptida disergap oleh reseptor opioid dan berubah menjadi morphin, yaitu casomorphin dan gluteomorphin. Fungsi otak menjadi kacau dan yang terkena adalah fungsi kognitifn reseptif, attensi dan perilaku. Hal ini dapat memperburuk gejala yang sudah ada, dan apabila otak terus menerus di berikan asupan zat - zat ini maka sel - sel otak tersebut lama kelamaan bisa menjadi rusak. Selain itu ada pula LEAKY GUT. Ini dapat terjadi bila mana protein yang berasal dari makanan produk susu atau gandum atau makanan yang lain dapat lolos dalam bentuk peptida kedarah lewat dinding usus halus yang sudah bocor. Peptida ini akan ditolak oleh sistem kekebalan dan ini dapat menyebabkan reaksi alergi. Pada anak penyandang autis sering mempunyai kepekaan terhadap makanan tertentu dan juga dapat menyebabkan alergi makanan. Kadang kala reaksi karena kepekaan makanan tertentu muncul belakangan, dan adapula reaksi alergi dapat akan tampak dalam waktu yang singkat, bahkan reaksi dapat timbul dalam jangka waktu 24 jam sampai 72 jam setelah makanan di telan. Kepekaan terhadap makanan tertentu dapat menimbulkan gejala fisik maupun perilaku, seperti hiperaktif, agresif, kesulitan tidur, tantrum dll. Karena gangguan imunologi yang kompleks pada penyandang Autism Spectrum Disorder, diet memberikan efek perbaikan yang signifikans terutama pada perilaku dan keadaan kesehatan secara umum. Beberapa diet yang dianjurkan sesuai dengan gangguan metabolic yang dialami penyandang Autism Spectrum adalah sebagai berikut : 1. Gluten Free Casein Free Sugar Free (GFCFSF) 2. Candida Diet 3. Spesial Karbohidrat diet 4. Fein gold diet 5. Amonia diet 6. Neurotransmiter diet |
Jakarta, Ask
Medan
Surabaya
Pekanbaru, 12 - 16 Sept 2011, Ask
Kuala Lumpur, 21 - 25 Sept 2011, Ask
Palembang
Bali
Ask Anything
Consultation Online
Autis | Autism | Autisma | Biomedical Treatment | Sitemap