Sunday, May 20, 2012

Apakah Aspartam Termasuk Pemanis Buatan yang Aman

Share |
Written by dr. Rina Adeline SpMK, MKes   

Kegemukan sering dikaitkan dengan kelebihan konsumsi makanan berkalori tinggi. Salah satunya adalah pemanis atau gula yang sering dijadikan biang kerok kegemukan. Maka beramai-ramailah orang mengganti gula dengan pemanis buatan diantaranya “Aspartam”.

Kita dapat dengan mudah mendapatkan aspartam di berbagai supermarket. Aspartam juga digunakan sebagai komponen pada berbagai makanan olahan seperti sereal, biscuit, bubuk coklat, permen karet, susu, ice cream, yogurt, soft drink, dan lain-lain.

 

Apakah Aspartam aman dikonsumsi ?
Aspartam terdiri dari 3 komponen :
1. Asam amino phenylalanine
2. Asam Aspartat
3. Methanol
Asam Amino Phenylalanin
Phenylalanin harus dapat dikonversikan ke asam amino tyrosin agar dapat digunakan tubuh untuk membantu mekanisme pertahanan. Konversi ini membutuhkan beberpa kofaktor seperti vitamin B6 dan magnesium. Akumulasi phenylalanin yang tidak terkonversi sempurna dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak, gangguan pusat emosi, dam gangguan sekresi sel-sel ginjal.

Asam Aspartat
Asam amino yang satu ini memiliki efek meningkatkan stamina, karena asam aspartat merupakan asam amino utama penghasil energi sel. Namun kelebihan asam aspartat dapat menyebabkan letupan-letupan listrik pada sistema saraf pusat sehingga dapat menimbulkan kejang.

Methanol
Kandungan pemanis buatan aspartame yang ketiga ini sangan beracun walaupun dikonsumsi dalam jumah yang sangat sedikit. Methanol dapat meningkatkan pertumbuhan berlebih jamur Candida sp yang sesungguhnya merupakan jamur normal saluran pencernaan, keberadaan jamur ini bila berlebih dapat memfrementasikan karbohidrat menjadi alkohol sehingga menimbulkan “foggy thinking”. Selain itu methanol dapat menyebabkan perlemakan pada saraf penglihatan, radang akut pancreas dan otot jantung.

Reaksi yang ditimbulkan akibat akumulasi aspartam dilaporkan H.J. Roberts (The Charles Press, 1990) berupa sakit kepala, mood swings, gangguan penglihatan, mual, diare, gangguan tidur, gangguan daya ingat, dan kejang.
Bagi penyandang PKU, epilepsy, diabetes mellitus, dan kelemahan jantung sebaiknya menghindari penggunaan aspartam.
Sebaiknya aspartam tidak diberikan pada anak-anak karena akan mengganggu kemampuan anak berkonsentrasi dan gangguan memori sehingga akan menyebabkan gangguan proses belajar.

Nah…apakah anda masih ingin pakai aspartam??
Tapi bila anda terpaksa menggunakan aspartam jangan lupa untuk juga mengkonsumsi vitamin B6 dan Magnesium.

 

Autis | Autism | Autisma | Biomedical Treatment | Sitemap