|
Written by dr. Rina Adeline SpMK, MKes
|
|
Dr. Rachel Vreeman dari bagian Children’s health service research pada Indiana University’s Medical School di Indianapolis adalah salah satu dokter yang meneliti dan menggagalkan 7 mitos kesehatan berikut. Dan argumentasinya sudah dimuat dalam British Medical Journal.
Ke-7 mitos tersebut adalah :
- Minum 8 gelas per hari : Tidak terbukti dengan minum 8 gelas per hari mampu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Kelebihan intake cairan malah berakibat buruk terhadap kesehatan.
- Kita hanya menggunakan 10% dari otak kita : Tidak ditemukan bagian otak yang 90% tidak berfungsi.
- Rambut dan Kuku tetap memanjang setelah kematian : Ternyata rambut dan kuku tidak tetap tumbuh setelah kematian. Ternyata ini disebabkan oleh karena mengkerutnya kulit akibat kehilangan cairan yang menyebabkan rambut dan kuku nampak memanjang seolah-olah tetap tumbuh.
- Membaca dengan penerangan yang kurang baik menyebabkan gangguan visus mata : Ternyata tidak terbukti membaca dalam penerangan yang kurang menyebabkan rabun. Memang akan mengganggu focus mata namun tidak menyebabkan perubahan fungsi ataupun struktur mata.
- Mencukur menyebabkan rambut menjadi lebih lebat atau tumbuh lebih cepat : Ternyata mencukur tidak akan menyebabkan pertumbuhan berlebih atau pertumbuhan yang cepat dari rambut. Mencukur memang membuka pori-pori kulit, namun tidak menyebabkan rambut menjadi lebih besar diameternya.
- Telepon Selular mengganggu operasi alat bantu hidup di ICU : Ternyata tidak terbukti adanya gangguan alat bantu hidup di ICU terhadap frekwensi telepon seluler. Frekwensi HP tidak sama dengan gelombang yang dipakai oleh alat penting di ICU.
- Kalkun menyebabkan kantuk : Ternyata kalkun adalah unggas yang sedikit mengandung protein Tryptophan yang diyakini sebagai protein yang berperan dalam menyebabkan kantuk. Namun kalkun nampaknya menyebabkan “bulging” pada lambung sehingga pengosongan lambung menjadi terhambat. Ini yang menyebabkan kantuk.
- Bila kita makan dalam jumlah yang kebanyakan =”over eating” juga menyebabkan kantuk walaupun menu makanan bukan kalkun.
Translate bebas dari Artikel Miranda Hitti. MD.
|